Wikipedia
Definisi bullying menurut Olweus adalah sebuah tindakan atau perilaku agresif yang disengaja, yang dilakukan oleh sekelompok orang atau seseorang secara berulang-ulang dan dari waktu ke waktu terhadap seorang korban yang tidak dapat mempertahankan dirinya dengan mudah atau sebagai sebuah penyalahgunaan kekuasaan/kekeraan secara sistematik.Definisi bullying menurut Black dan Jackson adalah perilaku agresif tipe proaktif yang didalamnya terdapat aspek kesengajaan untuk mendominasi, menyakiti, atau menyingkirkan adanya ketidaksengajaan untuk mendominasi, menyakiti atau menyingkirkan, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik, usia atau kemampuan kognitif, keterampilan, maupun status sosial, serta dilakukan secara berulang-ulang oleh satu atau beberapa anak terhadap anak lain.
Definisi bullying menurut Sejiwa adalah sebuah situasi dimana terjadinya penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok, dan dalam situasi ini korban tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya.

Kriteria Terjadinya Bullying
1. Tindakan agresif
Tindakan bullying kerap mengandung unsur kekerasan fisik. Pada cowok, umumnya tindakan bullying lebih mengarah pada fisik seperti menendang, menonjok, atau mengerjai korban. Sedangkan cewek lebih ke arah membentak, melabrak di depan umum, menjambak, bahkan menampar. Bisa juga menyiramkan minuman atau makanan untuk mengotori pakaian korban.
2. Adanya intimidasi psikis
Seperti menatap sinis kepada korban, membanting pintu serta sengaja bisik-bisik di depan korban. Intinya, pelaku bakal melakukan hal-hal yang bikin korbannya enggak nyaman.
3. Sanksi sosial
Jika memungkinkan, pelaku bullying biasanya berusaha menyingkirkan atau mengucilkan korbannya dari pergaulan. Biasanya dengan menyebarkan isu negatif atau menghasut orang agar enggak menyukai si korban.
4. Pengulangan
Ini merupakan aspek terpenting. Sebuah tindak kekerasan baru tergolong dalam kategori bullying kalau dilakukan secara berulang.
Tindakan bullying kerap mengandung unsur kekerasan fisik. Pada cowok, umumnya tindakan bullying lebih mengarah pada fisik seperti menendang, menonjok, atau mengerjai korban. Sedangkan cewek lebih ke arah membentak, melabrak di depan umum, menjambak, bahkan menampar. Bisa juga menyiramkan minuman atau makanan untuk mengotori pakaian korban.
2. Adanya intimidasi psikis
Seperti menatap sinis kepada korban, membanting pintu serta sengaja bisik-bisik di depan korban. Intinya, pelaku bakal melakukan hal-hal yang bikin korbannya enggak nyaman.
3. Sanksi sosial
Jika memungkinkan, pelaku bullying biasanya berusaha menyingkirkan atau mengucilkan korbannya dari pergaulan. Biasanya dengan menyebarkan isu negatif atau menghasut orang agar enggak menyukai si korban.
4. Pengulangan
Ini merupakan aspek terpenting. Sebuah tindak kekerasan baru tergolong dalam kategori bullying kalau dilakukan secara berulang.
0 Komentar